Selasa, 26 Maret 2013

Seorang PR


Public Relation (PR) adalah salah satu profesi yang sedang marak dan sangat dibutuhkan bagi suatu perusahaan. Walau PR telah ada sejak masa yunani kuno, namun PR dikenal dan menjadi suatu profesi pada tahun 1950. Public Relations Society of America (PRSA) adalah institusi  yang pertamakali mengemukakan standar profesional untuk praktek PR. Dalam standar itu termaktub beberapa prinsip PR seperti pembelaan, kejujuran, kebebasan, kesetiaan, dan keterbukaan. Selain itu juga PR memperhatikan kebebasan arus informasi, persaingan sehat, menjaga keperccayaan serta pengembangan profesi.  Maka dari itu saat sekarang ini profesi PR adalah profesi yang posisinya menjadi sangat penting demi keberlansungan dan perkembangan suatu perusahaan. Bukan hanya itu saja PR juga mempunyai peran yang dapat sangat membatu dalam kehidupan sehat masyarakat, karena tugas dan peran PR secara singkatnya adalah “menyelesaikan masalah yang saat ini sedang terjadi!”

Dalam tulisan kali ini saya akan membahas tentang profil  seseorang yang berprofesi sebagai PR yang telah saya wawancara lansung. Beliau adalah Amphy Louhanapessy. Saat ini beliau sedang menjabat di salah satu hotel yang cukup besar di makassar, yaitu Hotel Banua. Di Hotel tersebut beliau mempunyai pekerjaan yang cukup kompleks, dimana selain bekerja sebagai maneger beliau juga berprofesi sebagai PR hotel tersebut.

“Pak Amphy.” Begitulah sapaan akrab teman-teman dan karyawannya. Beliau mempunyai kemampuan komunikasi yang sangat baik disamping keramahannya kepada tamu atau customersnya. Menurut saya walaupun  beliau yang umurnya masih muda untuk  jabatan yang sedang dijalaninya, namun hal ini membuat saya kagum. Bukan hanya karena jabatannya saja namun kemampuan berkomunikasinya dengan orang lain yang sangat baik. Saya yakin tidak jarang orang-orang yang berkenalan dengan beliau akan merasa lansung akrab. Bahkan statusnya itu tidak mempengaruhi diri beliau untuk mau diwawancarai oleh dua orang mahasiswa yang masih berada di semester dua.

Beliau bercerita banyak hal kepada saya pada saat wawancara tersebut berlangsung. Beliau mulai merintis karir di Hotel Papandayang-bandung,  yaitu setelah beliau lulus di salah satu perguruan tinggi (Akademi Pariwisata) di bandung pada tahun 2002. Di bandung beliau merintis karirnya dari bawah dimana dia mendapatkan posisi sebagai receptionist. Di  hotel Papandayang tersebut beliau bekerja hanya setahun kemudian pindah ke Nof Hotel sampai tahun 2005. Dan karir yang terlama beliau saat itu ketika dia akhirnya kembali ke makassar  dan bekerja di Hotel Said selama tiga tahun.


Beliau menceritakan bahwa beliau mendapat sangat banyak pengalaman serta kolega atau link pada saat beliau bekerja di Hotel Sahid. Beliau juga berkata bahwa sebelum beliau bergelut dalam dunia PR yang sebenarnya, beliau hanyalah bekerja sebagai sales marketing.


Setelah beberapa lama beliau bekerja di Hotel Sahid, beliau akhirnya memustuskan untuk hijrah ke Hotel Banua. Sebuah keputusan yang cukup mengherankan sebagaimana kita ketahui bahwa Hotel Sahid sepertinya masih berada satu tingkat di atas dibandingkan dengan Hotel Banua. Namun ketika saya bertanya tentang alasan kepindahannya itu beliau  berkata “saya adalah orang yang suka mencoba sesuatu yang baru dan yang terutama adalah saya ingin dikenal.” Saya bertanya-tanya tentang maksud dari kalimat yang beliau ucapkan tersebut sehingga beliau menjawab dan menjelaskan, bahwa beliau tidak ingin membesarkan sebuah perusahaan ketika akhirnya hanya nama perusahaan itu sajalah yang orang-orang kenali, melainkan beliau ingin membesarkan dan memperkenalkan perusahaann yang beliau tempati kepada orang lain sehingga nama beliau dikenali banyak orang bukan perusahaan itu yang dikenali banyak orang. Dan akhirnya beliau menyimpulkan bahwa “berdiri sebagai PR adalah berdiri sebagai diri kita sendiri yang utamanya bahwa diri kita sendirilah yang harus dikenal.”



Panjang lebar saya mewawancarai beliau tentang profil dirinya serta Hotel Banua yang terlihat sangat nyaman dari dalamnya, sambil sesekali menyeruput jus semangka yang beliau sediakan dengan spesial kepada saya dan seorang kawanku yang menemani. Sayapun semakin terkagum akan keramahan serta pelayanan kepada tamu dari Hotel Banua ini. Dan walaupun ini adalah kali pertama saya mewawancarai seorang PR, namun saya merasa sangat senang karena mampu berkomunikasi  dengan baik dengan Pak Amphy, walau saya sadar bahwa tentu saja itu semua tidak terlepas dari kemampuan Pak Amphy dalam berkomunikasi dengan siapapun yang baru dikenalinya.

Dari wawancara yang saya telah  lakukan dengan  Pak Amphy, akhirnya saya mendapatkan kesimpulan bahwa memang benar beliau  menghabiskan banyak waktunya bekerja dalam bidang perhotelan, namun itu tidak berarti bahwa dia tidak pernah mencoba sesuatu yang bukan berasal dari perhotelan. Seperti yang beliau ceritakan kepada saya bahwa beliau juga pernah di salah satu media percetakan (Tribun Timur), di salah satu restauran, bahkan di Celebrity fitnes. Walau begitu profesi yang memang beliau miliki di semua perusahaan yang berbeda itu adalah sales marketing.



Dari semua pengalam kerja yang dimiliki beliau pada akhirnya telah membawanya kepada ke posisi yang layak. Posisi yang memang mesti membutuhkan pengalaman kerja yang luas serta kecakapannya dalam melakukan perannya. Dan sampailah beliau di hotel banua sampai sekarang ini, menjabat sebagai manager merangkap sebagai PR serta sales marketing.


Kemampuan, jabatan, serta peran yang dimiliki beliau itu yang menurut saya sangat kompleks namun mampu dijalaninya dengan sangat baik.