Public Relation
(PR) adalah salah satu profesi yang
sedang marak dan sangat dibutuhkan bagi suatu perusahaan. Walau PR telah ada
sejak masa yunani kuno, namun PR
dikenal dan menjadi suatu profesi pada tahun 1950. Public Relations Society of America (PRSA) adalah institusi yang
pertamakali mengemukakan standar profesional untuk praktek PR. Dalam standar itu termaktub beberapa prinsip PR seperti pembelaan, kejujuran,
kebebasan, kesetiaan, dan keterbukaan. Selain itu juga PR memperhatikan kebebasan arus informasi, persaingan sehat,
menjaga keperccayaan serta pengembangan profesi. Maka dari itu saat sekarang ini profesi PR adalah profesi yang posisinya
menjadi sangat penting demi keberlansungan dan perkembangan suatu perusahaan.
Bukan hanya itu saja PR juga mempunyai
peran yang dapat sangat membatu dalam kehidupan sehat masyarakat, karena tugas
dan peran PR secara singkatnya
adalah “menyelesaikan masalah yang saat ini sedang terjadi!”
Dalam
tulisan kali ini saya akan membahas tentang profil seseorang yang berprofesi sebagai PR yang telah saya wawancara lansung.
Beliau adalah Amphy Louhanapessy. Saat ini beliau sedang menjabat di salah
satu hotel yang cukup besar di makassar, yaitu Hotel Banua. Di Hotel tersebut beliau mempunyai pekerjaan yang
cukup kompleks, dimana selain bekerja sebagai maneger beliau juga berprofesi
sebagai PR hotel tersebut.
“Pak
Amphy.” Begitulah sapaan akrab teman-teman dan karyawannya. Beliau mempunyai
kemampuan komunikasi yang sangat baik disamping keramahannya kepada tamu atau
customersnya. Menurut saya walaupun
beliau yang umurnya masih muda untuk
jabatan yang sedang dijalaninya, namun hal ini membuat saya kagum. Bukan
hanya karena jabatannya saja namun kemampuan berkomunikasinya dengan orang lain
yang sangat baik. Saya yakin tidak jarang orang-orang yang berkenalan dengan
beliau akan merasa lansung akrab. Bahkan statusnya itu tidak mempengaruhi diri
beliau untuk mau diwawancarai oleh dua orang mahasiswa yang masih berada di
semester dua.
Beliau
bercerita banyak hal kepada saya pada saat wawancara tersebut berlangsung.
Beliau mulai merintis karir di Hotel
Papandayang-bandung, yaitu setelah beliau lulus di salah satu
perguruan tinggi (Akademi Pariwisata)
di bandung pada tahun 2002. Di bandung beliau merintis karirnya dari bawah
dimana dia mendapatkan posisi sebagai receptionist. Di hotel Papandayang tersebut beliau bekerja
hanya setahun kemudian pindah ke Nof
Hotel sampai tahun 2005. Dan karir yang terlama beliau saat itu ketika dia
akhirnya kembali ke makassar dan bekerja
di Hotel Said selama tiga tahun.
Beliau
menceritakan bahwa beliau mendapat sangat banyak pengalaman serta kolega atau link pada saat beliau bekerja di Hotel Sahid. Beliau juga berkata bahwa sebelum beliau bergelut
dalam dunia PR yang sebenarnya,
beliau hanyalah bekerja sebagai sales marketing.
Setelah
beberapa lama beliau bekerja di Hotel
Sahid, beliau akhirnya memustuskan untuk hijrah ke Hotel Banua. Sebuah keputusan yang cukup mengherankan sebagaimana
kita ketahui bahwa Hotel Sahid
sepertinya masih berada satu tingkat di atas dibandingkan dengan Hotel Banua. Namun ketika saya bertanya
tentang alasan kepindahannya itu beliau
berkata “saya adalah orang yang suka mencoba sesuatu yang baru dan yang
terutama adalah saya ingin dikenal.” Saya bertanya-tanya tentang maksud dari
kalimat yang beliau ucapkan tersebut sehingga beliau menjawab dan menjelaskan,
bahwa beliau tidak ingin membesarkan sebuah perusahaan ketika akhirnya hanya
nama perusahaan itu sajalah yang orang-orang kenali, melainkan beliau ingin
membesarkan dan memperkenalkan perusahaann yang beliau tempati kepada orang
lain sehingga nama beliau dikenali banyak orang bukan perusahaan itu yang
dikenali banyak orang. Dan akhirnya beliau menyimpulkan bahwa “berdiri sebagai PR adalah berdiri sebagai diri kita
sendiri yang utamanya bahwa diri kita sendirilah yang harus dikenal.”
Panjang
lebar saya mewawancarai beliau tentang profil dirinya serta Hotel Banua yang terlihat sangat nyaman
dari dalamnya, sambil sesekali menyeruput jus semangka yang beliau sediakan
dengan spesial kepada saya dan seorang kawanku yang menemani. Sayapun semakin
terkagum akan keramahan serta pelayanan kepada tamu dari Hotel Banua ini. Dan walaupun ini adalah kali pertama saya
mewawancarai seorang PR, namun saya
merasa sangat senang karena mampu berkomunikasi
dengan baik dengan Pak Amphy,
walau saya sadar bahwa tentu saja itu semua tidak terlepas dari kemampuan Pak Amphy dalam berkomunikasi dengan
siapapun yang baru dikenalinya.
Dari
wawancara yang saya telah lakukan dengan Pak
Amphy, akhirnya saya mendapatkan kesimpulan bahwa memang benar beliau menghabiskan banyak waktunya bekerja dalam
bidang perhotelan, namun itu tidak berarti bahwa dia tidak pernah mencoba
sesuatu yang bukan berasal dari perhotelan. Seperti yang beliau ceritakan
kepada saya bahwa beliau juga pernah di salah satu media percetakan (Tribun Timur), di salah satu restauran,
bahkan di Celebrity fitnes. Walau
begitu profesi yang memang beliau miliki di semua perusahaan yang berbeda itu
adalah sales marketing.
Dari
semua pengalam kerja yang dimiliki beliau pada akhirnya telah membawanya kepada
ke posisi yang layak. Posisi yang memang mesti membutuhkan pengalaman kerja
yang luas serta kecakapannya dalam melakukan perannya. Dan sampailah beliau di
hotel banua sampai sekarang ini, menjabat sebagai manager merangkap sebagai PR serta sales marketing.
Kemampuan,
jabatan, serta peran yang dimiliki beliau itu yang menurut saya sangat kompleks
namun mampu dijalaninya dengan sangat baik.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar